Headlines News :
Powered by Blogger.

Showing posts with label Video. Show all posts
Showing posts with label Video. Show all posts

Kisah Putri Tangguk

Kisah Putri Tangguk adalah sebuah cerita yang berasal dari daerah Jambi, Indonesia. Cerita ini menceritakan kehidupan seorang perempuan bernama Putri Tangguk, yang hidup bersama suaminya dan ketujuh anaknya di Negeri Bunga, Kecamatan Danau Kerinci.

Mereka adalah petani yang bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Suatu hari, Putri Tangguk terpeleset di jalan licin dan marah, sehingga menaburkan padi di jalanan untuk menghindari licinnya.

Namun, tindakan ini berakibat buruk karena persediaan padi keluarga habis dan mereka harus menghadapi kesusahan. Putri Tangguk menyesali tindakannya dan bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki tua yang memperingatkannya tentang konsekuensi perbuatannya.



PESANTREN KILAT RAMADHAN SD NEGERI 51











FILM PENDEK PENDIDIKAN "MAKAM KERAMAT"



Anak-anak adalah peniru yang baik. oleh karena itu jangan biarkan perbuatan yangrelatif buruk terpantau oleh anak-anak. Jika tidak, maka akan rusaklah jiwa anak-anak akibat peniruan yang tidak atau belum diketahui nilai negatifnya. Dalam film pendek pendidikan ini, ada seorang anak yang telah dibekali nilai-nilai kebaikan, sehingga teman-temannya tak sempat terperosok lebih jauh , seperti yang yang diuraikan dalam skenario film “makam keramat ini.


Kemusyrikan yang kian merajalela di tengah kehidupan ini, sudah saatnya untuk diantisipasi terhadap perkembangan jiwa dan pertumbuhan rohani anak-anak didik. Demi terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang teguh dalam beriman. (Kemas Sudirman)


Dalam menghadapi ujian akhir, siswa kelas VI disarankan oleh guru untuk membentuk kelompok belajar bersama, karena dalam waktu dekat akan dilaksanakan try out. Akhirnya terbentuklah 5 kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 5 orang.


Saat jam istirahat sekolah salah satu kelompok yang terdiri dari Farhan, Raihan, Billy, Rivaldo, dan Fajar berkumpul dan berunding untuk memulai pelajaran bersama. Akhirnya mufakat kelompok mereka, belajar akan dilaksanakan secara bergantian di rumah masing-masing anggota kelompok, dengan pengecualian di rumah Billy, karena dengan alasan adik Billy banyak dan masih kecil-kecil dikhawatirkan akan mengganggu proses belajar kelompok mereka.


Setelah sekian lama mereka belajar kelompok, akhirnya timbul kebosanan, dari kebosanan tersebut muncul ide dari Raihan, untuk tidak usah capek-capek belajar, jika ingin berhasil dalam tryout dan ujian akhir, sebaiknya mereka datang saja ke suatu tempat dan memohon disana. Ketiga temannya langsung setuju dengan ide Raihan, hanya Farhan yang kelihatannya agak ragu. Namun karena didesak oleh Raihan dengan alasan kekompakan team, akhirnya Farhan pun setuju untuk ikut. Mereka sepakat untuk pergi ke tempat yang dianggap keramat itu pada malam Jumat.


Hingga tiba waktu yang dijanjikan, mereka berkumpul di rumah Raihan sebelum waktu maghrib tiba. Sebelum berangkat Farhan mengajak teman-temannya untuk sholat, tetapi Raihan menolak, dengan alasan kalau sholat dulu nanti malah kemalaman. Menurut Raihan kalau mau sholat nanti saja di perjalanan, jika menemukan masjid baru sholat disana.


Setelah sekian lama perjalanan mereka tidak menemukan masjid, ketika melihat ada sebuah sumur Farhan meminta izin kepada teman-temannya untuk sholat.


Setelah Farhan sholat, mereka melanjutkan menuju tempat yang dianggap keramat tersebut. Setelah sampai di tempat, keempat anak tersebut mencari tempat masing-masing menghadap ke arah makam tersebut. Melihat sikap teman-temannya, Farhan langsung memutar arah, dan kembali ke luar. Dia tau kalau itu adalah perbuatan syirik.


Saat menjelang ujian tryout, kelompok belajar mereka bubar. Raihan, Billy, Rivaldo, dan Fajar sangat berharap “Makam Keramat” akan membantu memudahkan mereka dalam mengerjakan soal ujian tersebut. Berbeda dengan Farhan, dia selalu menjalankan aktifitas belajar dan beribadah seperti biasanya.


Ketika waktu tryout tiba, Raihan mulai resah karena belum ada tanda-tanda yang diberikan oleh “Si Kulup” itu. akhirnya muncul ide-nya yang lain, yaitu membuat contekan, ia menulis materi pelajaran yang ia anggap akan keluar dalam ujian pada anggota tubuhnya.


Ketika ujian tryout berakhir, Billy memperoleh total nilai tiga mata pelajaran sebesar 18, Fajar memperoleh nilai 17, Rivaldo memperoleh nilai 20, Raihan 24. Raihan merasa bangga dengan perolehannya yang rerata 8 untuk tiap bidang studi, dia sampaikan kepada teman-temannya bahwa dia disaat ujian mendapat bisikan ghaib. Mereka pun pergi menemui Farhan dan menanyakan berapa perolehan nilai Farhan, Farhan pun menjawab dengan santai kalau nilainya lumayan yaitu 27. Dan Farhan menyadarkan teman-temannya bahwa nilai yang diperolehnya bukan karena “Makam” tapi karena dia betul-betul belajar dalam menghadapi ujian tersebut. Dan Farhan menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh teman-temannya itu adalah salah, perbuatan meminta kepada selain Allah adalah tergolong syirik. Syirik adalah dosa besar. Akhirnya teman-temannya sadar dengan apa yang telah mereka lakukan, dan berjanji untuk tidak melakukan hal serupa. .

Cuplikan Adegan Film Pendek MAKAM KERAMAT


CUPLIKAN FILM PENDEK CITO-CITO DIRMAN


BELAJAR MENULIS DI YATA HIGASHI SCHOOL JAPAN

Bahasa Jepang punya 3 jenis karakter: Hiragana, Katakana dan Kanji. Hiragana dan Katakana adalah simbol fonetik, masing-masing mewakili satu suku kata. Mempelajari suku-suku kata Jepang adalah langkah pertama untuk membaca dan menulis.




ALAT MUSIK TRADISIONAL JEPANG

KOTO merupakan instrumen musik tradisional jepang yang sangat mirip dengan alat musik kecapi dari Indonesia.  Menurut sejarah alat musik ini masuk ke negara matahari terbit  ini sejak abad ketujuh.  Pada zaman dulu Koto merupakan salah satu musik istana.  Alat musik dimainkan secara mandiri yang artinya tidak memerlukan alat musik pengiring untuk memainkannya. 

Pada dasarnya musik tradisional Jepang memiliki 5 tangga nada, kurang 2 tangga nada dibandingkan dengan musik barat yang mempunyai 7 tangga nada “do re mi fa so la si”. Namun, musik Jepang tradisional juga menyerap beragam tangga nada lainnya sehingga menghasilkan irama yang sangat berbelit. Dasar-dasar musik istana atau musik aristokrat diciptakan dengan menggunakan nada “do re mi so la” atau “re mi so la si”. Cara ini disebut “YO-ONKAI” yang memiliki nada yang relatif riang. Sedangkan YATSUHASHI KENGYO membuat “HIRAJOSHI” atau nada datar yang di dalam tangga nadanya menggunakan “mi fa la si do” yang di antaranya ada semitone sebagai nada dasar. Nada ini disebut “IN-ONKAI” yang lebih sendu dan menggugah emosi sehingga masyarakat Jepang di jaman itu kerap terharu mendengarkan nada ini. Setelah YATSUHASHI KENGYO memperkenalkan “HIRAJOSHI”, SOKYOKU sangat berkembang dan dicintai sehingga diakui sebagai musik rakyat Jepang.

Seputar alat musik KOTO 

Bagian badan terbuat dari “KIRI” atau kayu paulownia yang dilubangi bagian dalamnya. KOTO memiliki 13 dawai. Karena KOTO menggunakan 5 tangga nada maka dengan 13 dawai biasanya KOTO dapat menghasilkan sekitar 2.5 oktaf. Antara bagian badan dan dawai ada “JI” sebagai penyangga dawai. Jika “JI’ digeser maka hasil suara pun berubah. Mengatur nada (tuning), yang merupakan persiapan dasar untuk permainan Koto, juga dilakukan dengan menggeser posisi “JI”. Selain “HIRAJOSHI”, ada berbagai aturan nada(tuning) yang dikembangkan dari “HIRAJOSHI”.
Dengan menggunakan tangan kiri yang menekan dan menarik dawai, tangga nada dapat berubah atau pun menghasilkan suara bernuansa vibrato. Pada awalnya dawai dibuat dari sutera, tetapi zaman sekarang dawai juga menggunakan bahan lain seperti bahan sintetis. Pemain dapat menggunakan “TSUME” atau kuku palsu untuk 3 jari di tangan kanan. Pada dasarnya KOTO dimainkan dengan menggunakan “TSUME” yang terkadang digunakan pada jari lain atau pun pada jari-jari di tangan kiri. Di dalam lagu SOKYOKU terkadang ada juga suara nyanyian.
KOTO memang dimainkan bukan untuk mengiringi nyanyian, tetapi suara nyanyian juga dianggap sebagai salah satu jenis alat musik. Dalam artian, alat musik dan suara sama-sama dianggap berperan penting untuk menghasilkan musik. Di Jepang, sejak zaman dahulu hingga saat ini KOTO sering diibaratkan sebagai “RYU” atau “Naga” sehingga bagian-bagian alat musik ini juga dinamai “RYUKAKU” (tanduk Naga), “RYUKOU” (mulut Naga), “RYUBI” (ekor Naga), dll. Di berbagai negara di Asia, naga dihormati seperti dewa dan dianggap sebagai mahluk mitos spiritual tinggi. Dengan demikian bisa dibayangkan bila KOTO juga sangat dicintai oleh masyarakat Jepang.

Video di Jepang



di Tokyo








Latihan Hadrah


 https://i.ytimg.com/vi/5ejxNQcaRZk/hqdefault.jpgLatihan Hadrah hari ke-3

Siswa SD Negeri 70 Tanjung Raden Kecamatan Danau Teluk Kota Jambi
https://youtu.be/5ejxNQcaRZk

Video Wisata Alam Sumatera Barat

Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi tujuan wisata. Banyak tempat-tempat wisata yang patut untuk dikunjungi, diantaranya : Batu Legenda Malinkundang di Pantai Air Manis, Air Terjun Lembah Anai, Jam Gadang, dll.

Link video

https://www.youtube.com/watch?v=G27AEAitbc0
 

SES Cinema

SES Cinema
Seventy Elementary School Cinema

INFO BARU:

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berbagi Tak Akan Rugi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger