Kisah Putri Tangguk adalah sebuah cerita yang berasal dari daerah Jambi, Indonesia. Cerita ini menceritakan kehidupan seorang
perempuan bernama Putri Tangguk, yang hidup bersama suaminya dan ketujuh
anaknya di Negeri Bunga, Kecamatan Danau Kerinci.
Mereka
adalah petani yang bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Suatu
hari, Putri Tangguk terpeleset di jalan licin dan marah, sehingga menaburkan
padi di jalanan untuk menghindari licinnya.
Namun,
tindakan ini berakibat buruk karena persediaan padi keluarga habis dan mereka
harus menghadapi kesusahan. Putri Tangguk menyesali tindakannya dan bermimpi
bertemu dengan seorang laki-laki tua yang memperingatkannya tentang konsekuensi
perbuatannya.
Anak-anak adalah peniru yang baik. oleh karena itu jangan biarkan perbuatan yangrelatif buruk terpantau oleh anak-anak. Jika tidak, maka akan rusaklah jiwa anak-anak akibat peniruan yang tidak atau belum diketahui nilai negatifnya. Dalam film pendek pendidikan ini, ada seorang anak yang telah dibekali nilai-nilai kebaikan, sehingga teman-temannya tak sempat terperosok lebih jauh , seperti yang yang diuraikan dalam skenario film “makam keramat ini.
Kemusyrikan yang kian merajalela di tengah kehidupan ini, sudah saatnya untuk diantisipasi terhadap perkembangan jiwa dan pertumbuhan rohani anak-anak didik. Demi terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang teguh dalam beriman. (Kemas Sudirman)
Dalam menghadapi ujian akhir, siswa kelas VI disarankan oleh guru untuk membentuk kelompok belajar bersama, karena dalam waktu dekat akan dilaksanakan try out. Akhirnya terbentuklah 5 kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 5 orang.
Saat jam istirahat sekolah salah satu kelompok yang terdiri dari Farhan, Raihan, Billy, Rivaldo, dan Fajar berkumpul dan berunding untuk memulai pelajaran bersama. Akhirnya mufakat kelompok mereka, belajar akan dilaksanakan secara bergantian di rumah masing-masing anggota kelompok, dengan pengecualian di rumah Billy, karena dengan alasan adik Billy banyak dan masih kecil-kecil dikhawatirkan akan mengganggu proses belajar kelompok mereka.
Setelah sekian lama mereka belajar kelompok, akhirnya timbul kebosanan, dari kebosanan tersebut muncul ide dari Raihan, untuk tidak usah capek-capek belajar, jika ingin berhasil dalam tryout dan ujian akhir, sebaiknya mereka datang saja ke suatu tempat dan memohon disana. Ketiga temannya langsung setuju dengan ide Raihan, hanya Farhan yang kelihatannya agak ragu. Namun karena didesak oleh Raihan dengan alasan kekompakan team, akhirnya Farhan pun setuju untuk ikut. Mereka sepakat untuk pergi ke tempat yang dianggap keramat itu pada malam Jumat.
Hingga tiba waktu yang dijanjikan, mereka berkumpul di rumah Raihan sebelum waktu maghrib tiba. Sebelum berangkat Farhan mengajak teman-temannya untuk sholat, tetapi Raihan menolak, dengan alasan kalau sholat dulu nanti malah kemalaman. Menurut Raihan kalau mau sholat nanti saja di perjalanan, jika menemukan masjid baru sholat disana.
Setelah sekian lama perjalanan mereka tidak menemukan masjid, ketika melihat ada sebuah sumur Farhan meminta izin kepada teman-temannya untuk sholat.
Setelah Farhan sholat, mereka melanjutkan menuju tempat yang dianggap keramat tersebut. Setelah sampai di tempat, keempat anak tersebut mencari tempat masing-masing menghadap ke arah makam tersebut. Melihat sikap teman-temannya, Farhan langsung memutar arah, dan kembali ke luar. Dia tau kalau itu adalah perbuatan syirik.
Saat menjelang ujian tryout, kelompok belajar mereka bubar. Raihan, Billy, Rivaldo, dan Fajar sangat berharap “Makam Keramat” akan membantu memudahkan mereka dalam mengerjakan soal ujian tersebut. Berbeda dengan Farhan, dia selalu menjalankan aktifitas belajar dan beribadah seperti biasanya.
Ketika waktu tryout tiba, Raihan mulai resah karena belum ada tanda-tanda yang diberikan oleh “Si Kulup” itu. akhirnya muncul ide-nya yang lain, yaitu membuat contekan, ia menulis materi pelajaran yang ia anggap akan keluar dalam ujian pada anggota tubuhnya.
Ketika ujian tryout berakhir, Billy memperoleh total nilai tiga mata pelajaran sebesar 18, Fajar memperoleh nilai 17, Rivaldo memperoleh nilai 20, Raihan 24. Raihan merasa bangga dengan perolehannya yang rerata 8 untuk tiap bidang studi, dia sampaikan kepada teman-temannya bahwa dia disaat ujian mendapat bisikan ghaib. Mereka pun pergi menemui Farhan dan menanyakan berapa perolehan nilai Farhan, Farhan pun menjawab dengan santai kalau nilainya lumayan yaitu 27. Dan Farhan menyadarkan teman-temannya bahwa nilai yang diperolehnya bukan karena “Makam” tapi karena dia betul-betul belajar dalam menghadapi ujian tersebut. Dan Farhan menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh teman-temannya itu adalah salah, perbuatan meminta kepada selain Allah adalah tergolong syirik. Syirik adalah dosa besar. Akhirnya teman-temannya sadar dengan apa yang telah mereka lakukan, dan berjanji untuk tidak melakukan hal serupa. .
Bahasa Jepang punya 3 jenis karakter: Hiragana, Katakana dan Kanji.
Hiragana dan Katakana adalah simbol fonetik, masing-masing mewakili satu
suku kata. Mempelajari suku-suku kata Jepang adalah langkah pertama
untuk membaca dan menulis.
KOTO merupakan instrumen musik tradisional jepang yang sangat mirip dengan alat musik kecapi dari
Indonesia. Menurut sejarah alat musik ini masuk ke negara matahari
terbit ini sejak abad ketujuh. Pada zaman dulu Koto merupakan salah
satu musik istana. Alat musik dimainkan secara mandiri yang artinya
tidak memerlukan alat musik pengiring untuk memainkannya.
Pada
dasarnya musik tradisional Jepang memiliki 5 tangga nada, kurang 2
tangga nada dibandingkan dengan musik barat yang mempunyai 7 tangga nada
“do re mi fa so la si”. Namun, musik Jepang tradisional juga menyerap
beragam tangga nada lainnya sehingga menghasilkan irama yang sangat
berbelit. Dasar-dasar musik istana atau musik aristokrat diciptakan
dengan menggunakan nada “do re mi so la” atau “re mi so la si”. Cara ini
disebut “YO-ONKAI” yang memiliki nada yang relatif riang. Sedangkan
YATSUHASHI KENGYO membuat “HIRAJOSHI” atau nada datar yang di dalam
tangga nadanya menggunakan “mi fa la si do” yang di antaranya ada
semitone sebagai nada dasar. Nada ini disebut “IN-ONKAI” yang lebih
sendu dan menggugah emosi sehingga masyarakat Jepang di jaman itu kerap
terharu mendengarkan nada ini. Setelah YATSUHASHI KENGYO memperkenalkan
“HIRAJOSHI”, SOKYOKU sangat berkembang dan dicintai sehingga diakui
sebagai musik rakyat Jepang.
Seputar alat musik KOTO
Bagian
badan terbuat dari “KIRI” atau kayu paulownia yang dilubangi bagian
dalamnya. KOTO memiliki 13 dawai. Karena KOTO menggunakan 5 tangga nada
maka dengan 13 dawai biasanya KOTO dapat menghasilkan sekitar 2.5 oktaf.
Antara bagian badan dan dawai ada “JI” sebagai penyangga dawai. Jika
“JI’ digeser maka hasil suara pun berubah. Mengatur nada (tuning), yang
merupakan persiapan dasar untuk permainan Koto, juga dilakukan dengan
menggeser posisi “JI”. Selain “HIRAJOSHI”, ada berbagai aturan
nada(tuning) yang dikembangkan dari “HIRAJOSHI”.
Dengan
menggunakan tangan kiri yang menekan dan menarik dawai, tangga nada
dapat berubah atau pun menghasilkan suara bernuansa vibrato. Pada
awalnya dawai dibuat dari sutera, tetapi zaman sekarang dawai juga
menggunakan bahan lain seperti bahan sintetis. Pemain dapat menggunakan
“TSUME” atau kuku palsu untuk 3 jari di tangan kanan. Pada dasarnya KOTO
dimainkan dengan menggunakan “TSUME” yang terkadang digunakan pada jari
lain atau pun pada jari-jari di tangan kiri. Di dalam lagu SOKYOKU
terkadang ada juga suara nyanyian.
KOTO
memang dimainkan bukan untuk mengiringi nyanyian, tetapi suara nyanyian
juga dianggap sebagai salah satu jenis alat musik. Dalam artian, alat
musik dan suara sama-sama dianggap berperan penting untuk menghasilkan
musik. Di Jepang, sejak zaman dahulu hingga saat ini KOTO sering
diibaratkan sebagai “RYU” atau “Naga” sehingga bagian-bagian alat musik
ini juga dinamai “RYUKAKU” (tanduk Naga), “RYUKOU” (mulut Naga), “RYUBI”
(ekor Naga), dll. Di berbagai negara di Asia, naga dihormati seperti
dewa dan dianggap sebagai mahluk mitos spiritual tinggi. Dengan demikian
bisa dibayangkan bila KOTO juga sangat dicintai oleh masyarakat Jepang.
Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi
tujuan wisata. Banyak tempat-tempat wisata yang patut untuk dikunjungi,
diantaranya : Batu Legenda Malinkundang di Pantai Air Manis, Air Terjun
Lembah Anai, Jam Gadang, dll.