Headlines News :
Home » » MANDI

MANDI

Written By pak dirman on Thursday, September 26, 2013 | 7:47 AM


Oleh : Kemas Sudirman, S.Pd.I

A.   Pengertian Mandi
Mandi janabah adalah mandi untuk menghilangkan hadats besar. Sebab-sebab seseorang dinyatakan berhadas besar karena berikut ini:
a)    Melakukan hubungan suami isteri, baik sampai keluar air mani maupun tidak
b)    Keluar mani, baik sengaja maupun tidak sengaja
c)    Selesai menjalankan masa haid dan nifas (bagi wanita)
d)    Seorang Islam yang meninggal dunia (kecuali mati syahid)
e)    Seorang kafir yang baru masuk Islam
Wanita yang habis melahirkan harus menunggu sampai habis masa nifas. Setelah masa nifas berakhir barulah mandi janabah.
Hadas besar sebagaimana tersebut di atas hanya dapat disucikan dengan cara mandi janabah. Bagi yang berhalangan mengunakan air karena suatu sebab, mandi janabah boleh diganti dengan tayamum. Tayamum sebagai pengganti mandi janabah sama dengan tayamum pengganti wudhu.

B.   Macam-macam Mandi
1.    Mandi Sunah
Selesai mandi wajib atau mandi besar (janabah) dalam ajaran Islam terdapat jenis mandi yang dianjurkan artinya apabila dikerjakan tidak berdosa, mandi seperti ini disebut mandi sunah. Adapun yang termasuk mandi sunah sebagai berikut:
a.            Mandi hari Jum’at. Maksudnya adalah bahwa setiap orang yang hendak melaksanakan salat Jum’at disunahkan mandi.
b.    Mandi setelah memandikan jenazah. Setiap orang yang selesai memandikan jenazah dianjurkan untuk mandi.
c.    Mandi setelah sembuh dari gila. Orang gila yang telah sembuh atau sadar kembali disunahkan melakukan mandi sebab dalam keadaan gila mungkin ia junub tetapi tidak sadar.
d.    Mandi hari raya Id. Mandi hari raya Id adalah mandi yang dilaksanakanj sebelum seseorang berangkat mengerjakan shalat Idul Fitri dan hari raya Idul Adhah.
e.    Mandi ketika akan melaksanakan ihram haji dan ihram umrah
f.     Mandi ketika pertama kali masuk kota Mekah
g.    Mandi ketika akan wukuf di Padang Arafah
h.    Mandi akan pergi sholat istisqa’
i.      Mandi ketika akan pergi salat gerhana matahari
j.      Mandi ketika akan pergi shalat gerhana bulan
k.    Mandi ketika akan melaksanakan sa’i
l.      Mandi ketika akan mengerjakan tawaf.

2.    Sebab-sebab mandi wajib
Yang dimaksud sebab mandi mandi wajib adalah hal-hal yang menyebabkan seseorang itu wajib mandi. Adapun yang mewajibkan seseorang itu mandi (mandi wajib) adalah sebagai berikut:
a.    Keluarnya air mani
b.    Haid (menstruasi)
c.    Mati atau meninggal dunia
d.    Nifas
e.    Wiladah/melahirkan
f.     Jima’ atau berhubungan suami isteri

C.   Syarat, Rukun, dan Sunat Mandi Janabah
1.    Syarat wajib mandi besar atau mandi janabah
Syarat wajib mandi besar atau mandi janabah adalah sebagai berikut:
a)    Orang yang berhadas besar hendak menjalankan shalat
b)    Tidak berhalangan untuk mandi (jika mandi tidak membahayakan kesehatannya). Apabila dengan mandi dapat membahayakan kesehatannya, mandi janabah cukup diganti dengan tayamum.
2.    Rukun mandi besar atau mandi janabah
Rukun mandi janabah adalah hal yang wajib dikerjakan waktu mandi besar, yaitu sebagai berikut:
a)    berniat, yakni niat membersihkan atau menyucikan diri dari hadas besar (niat tidak perlu diucapkan)
b)    meratakan air ke seluruh tubuh, mulai dari rambut di kepala sampai kulit telapak kaki.
c)    Tertib, yakni dilakukan secara berurutan
3.    Sunah mandi besar atau mandi janabah
Sunah mandi besar adalah hal-hal yang dianjurkan dalam melakukan mandi, diantaranya adalah sebagai berikut:
a)    Membaca basmalah pada awalnya
b)    Berwudhu sebelum mandi
c)    Menggosok seluruh badan dengan tangan
d)    Mendahulukan bagian yang akan (saat menyiram) baru yang kiri
e)    Menutup aurat, di tempat yang tersembunyi atau mandi di dalam kamar mandi yang tertutup.

D.   Tata Cara Mandi Besar/Mandi Janabah
Mandi besar/mandi janabah memiliki kaifiah atau cara-cara khusus yang berbeda dengan mandi biasa. Cara-cara mandi janabah adalah sebagai berikut:
a.    Membasuh kedua tangan terlebih dahulu dengan niat ikhlas karena Allah SWT semata.
b.    Membasuh kemaluan dengan tangan kiri, kemudian menggosokkan tangan ke tanah atau yang lain (jika sekiranya ada bekas darah atau air mani yang melekat di tangan).
c.    Berwudu sebagaimana hendak salat
d.    Memasukkan jari-jari dengan dibasahi air ke pangkal rambut
e.    Menuangkan air ke atas kepala tiga kali, diteruskan seperti mandi biasa.
f.     Membasuh kedua kaki (mendahulukan kaki kanan yang kiri)
Adapun alat yang dipakai mandi besar/janabah antara lain; sabun mandi dan sampo. Di samping itu tidak ada keterangan dari Rasulullah SAW yang menjelaskan tentang alat yang dipakai untuk menadi besar/janabah oleh sebab itu kita bebas menggunakan alat-alat tersebut secukupnya.

E.   Manfaat Mandi Besar
Jika dilihat sepintas, tampaknya kewajiban mandi besar/janabah membuat orang susah. Namun, apabila kita perhatikan, ternyata mandi besar/janabah yang diwajibkan oleh agama itu memberi manfaat bagi manusia, baik secara rohani maupun jasmani.
Secara rohani, orang telah merasa bebas dari perkara yang menurut agama dipandang kurang bersih, secara jasmani dengan mandi besar/janabah badan akan terasa segar kembali karena terguyur air. Halk ini dapat kita buktikan seperti mandi sehabis bekerja berat dan terasa lelah karena kerja tersebut akan hilang dan berganti segar dengan mandi sekujur badan dengan demikian jelaslah bahwa disyariatkannya mandi besar/janabah adalah untuk manusia itu sendiri.


DAFTAR  PUSTAKA



Abu Bakar, Bahrain. 1993. Mahkota Pokok-pokok Hadits Rasulullah AW. Bandung: PT. Sinar Baru

Bukhari, Imam. 1981. Shahih Bukhari. Surabaya: Asriyah

Halim. K. 1983. TAfsir Al Azhar. Jakarta: Pustaka Panjimas.







Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Berbagi Tak Akan Rugi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger